Gunung Papandayan

Gunung Papandayan terletak di Kecamatan Garrit, tepatnya pada posisi geografis 7,32º Lintang Selatan dan 107,73º Bujur Timur. gunung stratovolcano ini Kompleks Batu Papandayan dapat dikunjungi oleh masyarakat non-pendaki karena jalan beraspal mulus yang mengarah ke dasar batu. Pengunjung memarkir mobilnya di tempat parkir yang relatif luas dan berjalan kaki sekitar 5 menit dari tempat parkir, setelah itu memasuki ngarai pegunungan bernama Kawah Mas. Ada banyak warung makan di tempat parkir, dan ada juga warung di kawasan ini di sebelah Alun-Alun Pondok Salada.

Meski bisa mencapai tempat buntut dengan mobil, namun tetap ada tantangan tersendiri bagi para pendaki yang mendaki gunung ini, yaitu turun dari dataran Pondok Salada ke puncak gunung ini lalu turun ke puncak gunung ini. . Gunung dan jalan raya ini. Itu berakhir setelah tempat parkir. Rute trekking ini memakan waktu sekitar 6 jam.

Akses transportasi
Gunung Papandayan berdiri di depan Gunung Sikurai tidak jauh dari kota Garu. Jika menggunakan angkutan umum dari Jakarta bisa menggunakan bus jurusan Garut Kota, kemudian dari Garut Kota bisa menyambung kendaraan angkutan umum Jalan Garut – Sijulang dengan tarif Rp. Parkir Gunung Papandayan dengan biaya sewa Rp. 10.000. Jika kita lebih dari 3 orang kita harus menyewa angkutan umum dari daerah Garut atau Sisurupan karena sangat murah.

Bagi yang membawa mobil pribadi, dari Gart City harap kembalikan mobil di pertigaan Sijulang dan pertigaan Sisurupan, ambil jalan lurus jangan belok kiri, seperti biasa pertigaan Sisurupan, ada papan selamat datang menuju Papandayan. Mali.

Perjalanan darat ke puncak

Parkir - Lapangan Pondok Salada
Dari tempat parkir, jalan setapak mulai mendekati lubang kemudian membuka lubang menjadi dua. Berhati-hatilah saat melangkah karena di beberapa tempat terdapat bagian patah yang sangat panas dan kaki Anda bisa tersangkut. Kemudian jalan berbelok ke kanan dan keluar kompleks sumur, jalan terus mendatar hingga mencapai sebuah ruko dan disini terdapat tempat penampungan lebih dari 30 warung. Jalan menuju Pondok Salada ada di depan warung ini dan kita bisa berjalan menuju Pondok Salada sekitar lima menit dari warung ini. Pondok Salada memiliki sungai kecil dengan air tawar yang hanya mengandung belerang.

Pondok Salada - Plaza Tegal Alor
Dari Pondok Salada, jalan setapak naik ke punggung bukit di depan Pondok Salada, kondisi jalan agak kasar dan banyak batu besar seperti sungai yang kering. Setelah turunan curam ini, jalan akan mendatar lalu belok kiri lalu menyusuri punggung bukit. Anda harus berhati-hati saat berjalan di punggungan ini, karena terdapat jurang sedalam setengah meter di sebelah kiri trek. Setelah mendaki melewati hutan yang tidak terlalu lebat, kami langsung sampai di sebuah alun-alun besar. Di ujung alun-alun yang dikenal dengan alun-alun Tegal Alur ini (terhitung dari tempat kita melihat) terdapat sebuah sungai kecil yang jernih. Sebelum sampai di alun-alun ini, terlebih dahulu kita melewati lapangan yang terlihat seperti gunung berapi mati.

Tegal Alor - Puncak
Jalan naik dari Tegal melalui sungai kecil, jalannya tidak jelas dan berbelok ke kanan menuju hutan. Berhati-hatilah di kawasan ini, karena jalur ini tidak banyak dilalui, sehingga terkadang jalur tiba-tiba menghilang, namun jika kita perhatikan dengan seksama, kita akan menemukan benang atau pita rafia berwarna merah dan biru yang menempel di dahan pohon sebagai penanda. . Tidak banyak yang bisa dinikmati di puncak Gunung Papandayan kecuali pemandangan sumur. Tidak ada tiang atau tanda ketinggian di tingkat atas ini. Saat Anda mencapai puncak gunung ini, jalannya menurun dan tidak ada rambu-rambu. Jika Anda memiliki altimeter atau GPS, akan lebih mudah untuk menemukan pertemuan tersebut. Puncak gunung ini tidak lebih dari halaman kecil yang tertutup jalan.

KTT - tempat parkir
Mulai dari atas jalan dan turun, akhirnya jalan menanjak, berhati-hatilah dengan langkah anda karena terbuka di lereng sebelah kiri menuju area sumur. Jalanan di kawasan ini banyak ditumbuhi tanaman dan pepohonan dengan banyak dahan yang menjuntai dari tanah, sehingga kita harus merunduk dan terkadang merangkak untuk melewati jalur ini. Butuh tiga jam dari atas ke tempat parkir dan kami diberitahu bahwa ada sungai yang mengalir di belakang tempat parkir dan airnya bersih.
Tidak sulit, begitu memasuki kawasan tersebut, Anda membayar pajak sebesar Rp. 3000 per orang. Untuk kendaraan, jika Anda membawa mobil dan menginap, Anda dapat mengklaim biaya perawatan kendaraan di tempat parkir.

Tempat yang menarik
Ada banyak tempat menarik untuk dikunjungi di kawasan pegunungan Papandayan:

Daerah berbatu
Sangat menarik untuk menjelajahi area sumur, tapi hati-hati, di beberapa tempat terdapat lumpur belerang yang sangat baik untuk penyakit kulit.



Halaman garam
Di tahun Sebelum erupsi tahun 2002, terdapat banyak bunga Edelweis abadi di alun-alun ini, namun setelah erupsi, bunga tersebut tidak tumbuh, namun suasana dan pemandangan kawasan ini sangat menyenangkan untuk dinikmati.

Lapangan Tegal Alor
Tegal Alur adalah alun-alun yang sangat besar dari sini kita bisa melihat sekeliling kawah dan puncaknya terlihat jelas dari sini.




0 Response to "Gunung Papandayan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel