Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan perwakilan ekosistem hutan riparian yang terbentang dari hutan hujan tropis dataran rendah hingga pegunungan. Jenis batuan terdiri dari batuan sedimen, batuan beku, batugamping, batuan plutonik, batuan alumina dan batuan lainnya, podzol coklat, podzol dan kompleks lithozem ada pada kondisi tanah. Taman Nasional Danau Gunung telah dinyatakan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO. Disebut juga sebagai "Taman Kembar" bersama dengan Taman Nasional Taman Negara (Malaysia), karena kerjasama antara Indonesia dan Malaysia.




Potensi tanaman
Kawasan ini terdiri dari hutan riparian/rawa, hutan dataran rendah, hutan alpin dan pegunungan yang sebagian besar didominasi oleh ekosistem hutan Dipterocarpaceae dengan Rafflesia atzehensis dan Johannensteinimania altifrons (pohon raksasa dan besar) dengan Rafflesia atzehenness dan Johonteness yang paling besar. Langka dan dilindungi dengan diameter 1,5 m. Ada juga tumbuhan unik, seperti buah ara atau tumbuhan bintang. Taman Nasional Danau Gunung memiliki sebaran penuh vegetasi hutan termasuk vegetasi hutan riparian/rawa, hutan dataran rendah, hutan pegunungan dan pegunungan. Diperkirakan ada sekitar 3500 spesies tumbuhan.

Potensi satwa liar
Taman Nasional Gunung Leuser juga kaya akan spesies mamalia dan/atau primata, karnivora, herbivora, burung, reptil, amfibi, ikan, dan invertebrata. Diperkirakan ada sekitar 89 jenis satwa yang tergolong langka dan dilindungi bersama dengan jenis satwa lainnya. Dalam hal mamalia dan/atau primata, Taman Nasional Gunung Leuser memiliki 130 spesies mamalia, atau 132 spesies dari seluruh mamalia di dunia, atau seperempat dari seluruh spesies mamalia di Indonesia. Di antara yang paling populer adalah mawasa (Pongo pygmaeus abelli), sarudong (Hylobates lar), siamong (Hylobates syndactylus), monyet (Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestriana) dan kedih (Presbitis thomasi). Untuk spesies predator seperti clouded cheetah (Neophelis nebulosa), beruang (Helarctos malayanus), harimau sumatera (Phantera tigris sumatrensis). Spesies herbivora seperti gajah (Elephas maximus), badak sumatera (Dicerorhinus sumatraensisi), rusa (Cervus unicolor). Jalan / Spesies burung. Taman Nasional Gunung Leuser diperkirakan menjadi rumah bagi sekitar 325 spesies burung, atau sepertiga dari seluruh spesies burung di dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah badak (Buceros rhinoceros). Fauna reptil dan amfibi didominasi oleh ular berbisa dan buaya (Crocodillus sp.). Jenis fauna ikan yang menarik adalah ikan yurung (Tor sp.), ikan biasa di Sungai Alas yang dagingnya terkenal empuk dan panjangnya bisa mencapai 1 m. Meskipun fauna terdiri dari invertebrata, kupu-kupu mendominasi.

Satwa langka dan dilindungi di hutan Taman Nasional Gunung Ledger antara lain:
• Orangutan (Pongo pygmaeus abelli)
• Badak sumatera (Dycerorhinus sumatrensis)
• Harimau belang sumatera (Panthera tigris sumatra)
• Gajah Sumatera (Eliphus maximus)
• Beruang madu (Helarctos malyanus)
• Planktonoko (Busceros bicornis)
• Anjing ajaib (Quon alpinus)
• Siamong (Hylobates syndactylus)


Kemungkinan fasilitas untuk pariwisata dan penelitian ilmiah
Taman Nasional Danau Gunung tidak hanya merupakan suaka margasatwa yang kaya akan flora dan fauna, tetapi juga kaya akan pemandangan alam yang indah dan dapat digunakan sebagai sarana kegiatan ekowisata seperti petualangan alam/trekking di hutan, liburan, berkemah, burung menonton, Memancing di Taman Nasional Gunung Leuser, arung jeram dan observasi adalah hal lain yang ada di kawasan pemanfaatan taman. Taman Nasional Gunung Leuser juga merupakan laboratorium alam terlengkap dan memiliki potensi besar untuk penelitian dan pembuatan film.

Potensi daerah:
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah bulan Juni hingga Oktober. Beberapa tempat/hal yang menarik untuk dikunjungi adalah:
Mengamati dan menikmati pemandangan alam yang indah , lembah, mata air panas, danau, air terjun, satwa dan tumbuhan seperti bunga Rafflesia, orangutan, burung, ular dan kupu-kupu.
Rehabilitasi orangutan Bohorok; Saksikan memberi makan orangutan, ditambah pemandangan sungai yang indah, berkemah, dan mengamati burung.
berperahu di sungai dan danau, hiking di hutan pantai dan gua. Daerah ini adalah basis harimau.
Perkemahan sekunder , melihat gua dan satwa liar.
Ketambe dan Suk Belimbing; Dilengkapi dengan ruang penelitian dan perpustakaan untuk penelitian primata dan hewan lainnya.
Gunung Leuser (3404 m dpl) dan Gunung Kemiri (3314 m dpl); Bangun dan naik ke atas bukit. Bagi para pendaki terdapat 2 (dua) puncak tertinggi yang dapat dijadikan tujuan pendakian bersama dengan puncak lainnya.

1. Cicak Gunung (3404 M)
Trekking ke puncak Gunung Ledger dapat dilakukan dari Agusan (Aceh Barat-Tenggara Blankederen) dalam waktu kurang lebih 15 hari perjalanan dan dari Panosan (Blankederen - Aceh Tenggara) dalam waktu kurang lebih 9 hari perjalanan.
Di sepanjang dasar Gunung Leusa, Anda dapat mengagumi hutan hujan yang masih asli, hutan pegunungan yang lebat, bunga liar, harimau, rusa, burung, dan primata lainnya bersama dengan padang rumput yang luas.

2. Gunung Kemiri (3314 M)
Trekking ke puncak Gunung Kemiri dapat dimulai dari Gumpang (Provinsi Aceh Tenggara – D. Aceh) menyusuri lereng barat Sungai Alas, dengan perkiraan waktu tempuh 5 hari.

Hal-hal yang dapat Anda kagumi adalah hutan hujan yang masih asli, pemandangan puncak gunung Leuser dan Bendahara yang indah, kota Kutakane, primata (orangutan, owa, siamong, monyet), rusa, harimau, dan lain-lain.
Rafting di Sungai Alas. Untuk rafting di Sungai Alas dapat dilakukan di tempat-tempat berikut ini :
Sungai Alas (Gura - Aceh Tenggara) hingga Volna (Aceh Selatan) dengan pembagian jalan sebagai berikut:

1. Batu di Muara Situlen, waktu tempuh 2 hari.
2. Gura di Tarang, waktu tempuh 5 hari.
3. Dari Muara Situlen ke Ombak, waktu tempuhnya 3 hari.

Sarana dan prasarana yang tersedia
Sarana dan prasarana wisata yang menarik meliputi: wisma dan bungalo tradisional, restoran/restoran, pusat pengunjung/pusat informasi wisata, jalur hutan, sumber air panas, air terjun, tempat perkemahan, menara, tempat berlindung, dan pemandu Taman Nasional Gunun Lazer yang berpengalaman dan terlatih. Untuk kegiatan yang berbeda.
Pusat Pengunjung Boerhoek di Bukit Lawang
Obyek yang menarik untuk dinikmati adalah panorama alam hutan tropis dan perkampungan tradisional di sepanjang Sungai Alas, aliran sungai yang tenang hingga berarus deras dan jeramnya, yang membawa keseruan tersendiri dan membutuhkan keberanian yang besar. Begitu pula dengan primata, rusa, babi hutan, gajah, burung dan jenis hewan lainnya yang mandi di Sungai Alas yang segar dan bersih, minum di tepian sungai.

Cara mengunjungi Taman Nasional:

• Medan - Kutakane (+ 240 km), 8 jam dengan mobil.
• Kutakane – Gura/Ketambe (+35 km), 30 menit dengan mobil.
• Medan - Bohorok/Bukit Lawang (+60 km), 1 jam dengan mobil.
• Medan - katakanlah Betung Secundur (+ 150 km), 2 jam dengan mobil.
• Medan - Tapak Tuan (+ 260 km), 10 jam dengan mobil.







Alamat Kantor Taman Nasional Gunung Ledger :
JL Rai Blankederen No. 37 Tanah Merah, Km. 3, PO Box 16, Kutakane, DI Aceh
Telepon (0629) 21358 Faks. 21016
Email: tnglaceh@indosat.net.id

0 Response to "Taman Nasional Gunung Leuser"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel