Owa Jawa - Primata Yang Hampir Punah

Selain hewan endemik seperti Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), primata cantik juga hidup di Pulau Jawa. Mari kita lihat kehidupan primata Jawa bernama Owa Jawa (Hylobates moloch). Perburuan dan penjebakan untuk perdagangan dan penggembalaan menjadi penyebab menurunnya populasi owa jawa di alam.

Owa Jawa lebih mudah dikenali secara morfologi dibandingkan dengan spesies primata lainnya di Pulau Jawa. Owa jawa merupakan salah satu spesies primata yang termasuk dalam famili kera yang ciri khasnya adalah lengannya lebih panjang dari kakinya.


Tempat tinggal
Owa jawa lebih menyukai dan mendiami hutan yang lebih datar dan berkanopi rapat, salah satunya Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Terlepas dari pucuk pohon yang lebat, TNGHS saat ini merupakan hutan hujan terbesar yang tersisa di pulau Jawa.

payung hukum
Owa jawa dilindungi berdasarkan Peraturan Konservasi Margasatwa 1931 266, Sk.54/kpts/Um/1972 dan Keputusan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature) telah menyatakan jawa sebagai spesies yang terancam punah.

klasifikasi
Itu milik ordo primata, keluarga Hylobatidae, genus Hylobates, yang berarti "penghuni pohon". Untuk lebih banyak aktivitas di pohon. Oleh karena itu owa jawa disebut primata arboreal artinya hidup di pohon. Sedangkan owa jawa secara hirarki diklasifikasikan sebagai berikut:

Jenis: Chord
Subspesies: Vertebrata
Kelas: Mamalia
Bangsa: Primata
Jenis: Hylobatidae
Genus: Hylobates
Tipe: Moloch Hylobat (Odebert, 1798)

Perilaku Sehari-hari
Kebiasaan owa jawa adalah mengeluarkan suara (tangisan) pada pagi hari di awal aktivitasnya. Aktif pada pukul 05.30 dan puncak antara pukul 08.30 dan 12.00, yang digunakan untuk mencari makan dan aktivitas lainnya. Aktif kembali dari pukul 14:30 hingga 17:30 hingga Anda menemukan pohon yang sedang tidur. Dalam hal mencari makan, owa jawa bergerak bersama kelompoknya dan makan pada pohon yang sama. Owa jawa bersifat monogami seumur hidup, artinya hanya memiliki satu pasangan sepanjang hidupnya. Cartho et al., (2000) dalam penelitiannya tentang fluktuasi aktivitas harian owa jawa di Taman Nasional Gunung Halimun melaporkan bahwa owa jawa menghabiskan 39,1% waktunya untuk istirahat. 30,3% makan, 24,1% berolahraga, dan 6,5% bersosialisasi.

nutrisi
Owa jawa makan lebih banyak buah daripada daun. Serangga juga terkadang dimakan sebagai protein tambahan.

upaya konservasi
Tujuan utama dari upaya konservasi owa jawa adalah untuk menjaga proses ekologi dan sistem kehidupan, melestarikan keanekaragaman genetik, dan memanfaatkan spesies dalam suatu ekosistem secara berkelanjutan. Konservasi owa jawa dapat dilakukan dengan tujuan utama, dengan mengikuti beberapa tindakan:
1. Konservasi jenis tumbuhan yang menjadi pakan dan habitat owa, termasuk penanaman kembali jenis tumbuhan yang menjadi sumber pakan owa.
2. Pengamatan secara terus menerus dan cermat terhadap aspek kehidupan dan perilaku owa yang dapat dijadikan masukan untuk perbaikan proses rehabilitasi/konservasi.
3. Bekerja dengan organisasi nirlaba yang terlibat dalam program konservasi satwa liar dan dengan masyarakat setempat.

0 Response to "Owa Jawa - Primata Yang Hampir Punah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel